Media Globalisasi.com -Kiai Asep selaku Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah sekaligus Ayah Kandung Bupati Mojokerto menegaskan bahwa Yayasan Amanatul Ummah tidak terlibat dalam Koperasi Amanatul Ummah yang bergerak di bidang penambangan ilegal di Desa Kunjorowesi.
Saat konferensi pers di Pabrik Air Mineral Afia, Kiai Asep Saifuddin Chalim menerangkan, di media sosial ada berita yang menjelaskan ada koperasi di Desa Kunjorowesi Kecamatan Ngoro Mojokerto yang bernama Koperasi Amanatul Ummah.
“Koperasi itu kegiatannya yaitu melakukan penambangan ilegal yang berdampak merugikan masyarakat. Saya merasa dirugikan karena namanya Amanatul Ummah. Amanatul Ummah itu artinya amanatnya umat dan Yayasan Amanatul Ummah tidak mempunyai koperasi. Apalagi koperasi yang bergerak di bidang penambangan ilegal. Hal ini harus diklarifikasi dan ditertibkan,” tegas Kiai Asep, Jumat (7/11/2025).
Dijelaskannya, Amanatul Ummah lahir di tahun 1998. Sementara di Pacet itu pendidikannya baru dimulai tahun 2006.
“Tolong pemilik Koperasi yang menggunakan nama Amanatul Ummah segera merubah nama koperasinya. Saya merasa dirugikan karena ada pemberitaan di medsos,” tegasnya.
Kemudian yang kedua yakni terkait tambang ilegal di Mojokerto. Ia membuat solusi, mari tambang ilegal itu dilegalkan. Tambang ilegal ini tidak memiliki tanggung jawab untuk melakukan reklamasi atau penataan ulang.
“Tambang ilegal ini juga menyengsarakan masyarakat karena bekas galiannya banyak memakan korban. Dan untuk aparat keamanan, mohon segera menutup tambang ilegal ini sampai tambang mereka benar-benar resmi,” tandasnya.
Ditambahkannya, kalau tambang itu tidak legal maka tidak barokah, sama halnya barang curian.
“Persyaratan agar tambang itu resmi segera lakukan. Jangan nambang sampai dalam sekali. Apalagi kita menyambut ajakan Pak Prabowo untuk menutup seluruh tambang ilegal. Maka harusnya ini semua harus ditindaklanjuti,” ucapnya.
Masih kata Kiai Asep, jangan jauh-jauh melihat merusak tambang Papua atau Bangka Belitung. Mojokerto juga rusak parah. Mari aparat loyal kepada pemerintah dengan cara memberantas tambang ilegal.
“Hari ini saya ketemu wartawan lokal Mojokerto. Besok saya ketemu wartawan mainstream Nasional. Hal ini semua agar terklarifikasi dan pemilik Koperasi tersebut segera merubah namanya,” tegasnya
(Wul/Yik)
